Politik Tak Kenal Benar dan Salah

Dalam kontestasi Pilkada DKI 2017 lalu memang sangat riuh rendah, bahkan boleh dibilang panas, lebih panas daripada kontestasi politik di ajang Pilpres 2014 lalu. Sesuai dengan polanya, politik memang berniat mempengaruhi masyarakat untuk mendukungnya.

Banyak pihak berkata bahwa pihak si ini tidak benar, dan si itu curang, dan lain sebagainya. Tapi di dunia politi memang tidak mengenal benar dan salah. Yang dikenal di dunia politik adalah berhasil atau tidak berhasil.

Pernyataan diatas adalah pelajaran yang disampaikan oleh atasan saya almarhum. Beliau adalah ahli politik yang secara langsung tidak langsung telah ikut memberi andil terhadap arah dari politik bangsa ini.

Dalam satu perbincangan saat makan siang bersama, saya sempat memprotes salah satu idola politik saya saat itu yang tiba-tiba bersekutu dengan pihak yang sebelumnya justru berseberangan. Beliau sampaikan, ya begitu lah politik. Selama masih satu tujuan, satu kepentingan, maka bisa berkawan. Tetapi bila mengganggu, maka menjadi lawan. Tidak ada kawan sejati, tidak ada lawan abadi.

Mengenai cara-cara berpolitik juga, dunia politik tidak mengenal benar atau salah. Yang penting berhasil. Makanya jangan heran bila ada politisi yang bicaranya mutar-muter, yang penting tujuan mereka adalah mendapatkan dukungan untuk tujuannya.

Lalu, apa yang harus kita pahami dari para politisi? Gampang, lihat aja kemana arahnya. Lalu pakai logika, kira-kira arah itu benar atau salah. Kira-kira, arah itu baik atau buruk.

Semoga kita bisa belajar politik, sehingga tidak dibodohi oleh argumen-argumen yang mereka ciptakan untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat.